Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

Takdir Buffon

Takdir Buffon

Turin – Karier Gianluigi Buffon sebagai kiper profesional bakal genap 20 tahun akhir pekan ini. Penjaga gawang Juventus 37 tahun itu menyebut kalau takdirlah yang sudah mengantarkan dia menjalani profesi tersebut.

Buffon melakoni kariernya sebagai kiper profesional bersama Parma. Debut penampilannya dimulai dengan menghadapi AC Milan yang diperkuat pemain top macam Roberto Baggio dan George Weah 20 tahun lalu.

Menjelang laga itu, kiper utama Parma Luca Bucci malah cedera. Sang pelatih, Nevio Scala, menunjuk kiper 17 tahun yang dimiliki tim. Dialah Buffon.

Laga yang bergulir di tanggal 19 November 1995 itu berakhir dengan Parma tak kebobolan. Sejak itu Buffon mencatatkan penampilan-penampilan gemilang. Dia berkontribusi membuat Parma meraih tiga titel.

Kejadian besar juga didapatkan Buffon ketika dia menjadi kiper termahal saat bergabung dengan Juventus di tahun 2001. Kala itu, Buffon dihargai dengan nominal sekitar 52 juta euro atau setara dengan Rp 763,2 miliar.

Sepanjang 14 tahun setelah transfer itu, Buffon menjadi pemain Bianconeri yang bermain paling lama sepanjang sejarah. Bersama-sama ‘Nyonya Tua’ dia mengoleksi enam titel juara liga.

Bahkan kini dia masih menjadi pilihan utama kiper Juventus sampai saat ini. Bagaimana dia memulai kariernya di sepakbola?

“Saya mulai bermain begitu saja, seperti yang dilakukan anak-anak lainnya. Bukan, bukan langsung jadi kiper,” kata Bufon seperti dikutip UEFA.

“Saya senang kalau bisa mencetak gol. Bukankah sepakbola tentang mencetak gol? Barulah ketika saya berusia enam atau tujuh tahun, saya bermain di posisi gelandang, kadang kala saya jadi sweeper. Saya senang menjalaninya,” kenang dia.

Buffon terus tampil gelandang hingga tahun 1988 ketika tampil di San Siro. Dia menjadi salah satu pemain tim anak-anak dalam laga Tuscany–tim kampung halamannya–dan Veneto. Di situlah Buffon mendapatkan momentumnya.

“Sepertinya takdir menentukan saya untuk jadi kiper. Ayah saya menyarankan agar saya berganti posisi dan mencoba bermain sebagai kiper. Saya selalu senang mencoba dan saya berencana untuk satu tahun itu mencoba pengalaman yang dan situasi yang berbeda dan akan kembali menjadi gelandang lagi nantinya.

“Tapi nyatanya, setelah lima atau enam bulan saya berhasil jadi kiper yang cukup bagus. Mungkin saya memang berbakat. Sejak saat itu, posisi kiper terus membuat saya tertarik dan membangunkan minat saya. Setahun kemudian saya bermain untuk Parma,” jelas dia.

Lagipula, kalau ditilik kemampuan keluarganya, tampaknya tangan yang kuat memang telah menjadi bakat alami keluarga Buffon. Ayahnya, Adriano, adalah seorang atlet angkat beban. Ibunda Buffon, Maria Stella, adalah atlet lempar cakram.

Sementara itu, dua adik perempuannya berprofesi sebagai atlet bola voli. Paman Buffon, Angelo Masocco, aadalah atlet basket. Sementara mantan kiper Milan di era 50-an, Lorenzo Buffon, masih memiliki hubungan darah dengan kakeknya Buffon.

Definisi yang tepat kalau Buffon bilang profesi kiper memang sudah jadi takdir untuknya.