Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

Para Underdog yang Menyalak Keras

Para Underdog yang Menyalak Keras

Leicester City di puncak klasemen, Crystal Palace di ambang empat besar, Watford di posisi tujuh dan Bournemouth dengan kemenangan-kemenangan mengejutkannya. Mereka yang dicap underdog menyalak keras di musim ini.

Dari klub-klub yang disebutkan di atas, Bournemouth dan Watford berstatus tim promosi musim ini. Sementara Leicester baru kembali ke Premier League musim kemarin.

Di awal periode 2015/2016 ini sama sekali tidak ada yang menganggap mereka akan bisa bersaing di papan tengah, apalagi ikut memperebutkan gelar juara. Asal tahu saja, Leicester ditempatkan pada posisi 1:2000 untuk bisa jadi juara oleh salah satu rumah taruhan sebelum liga bergulir.

Menjelang Natal, kondisi yang terjadi tak pernah terbayangkan sebelumnya. The Foxes secara meyakinkan ada di posisi teratas, sementara The Eagles terbang tinggi ke posisi enam untuk menyamai poin Tottenham Hotspur (29) yang kini ada di posisi empat. Watford tak mau ketinggalan karena mereka kini ada di tangga tujuh dan cuma berjarak satu angka dari zona Liga Champions.

Bournemouth, meski masih berkutat di papan bawah, meraih beberapa kemenangan mengejutkan. Setelah mengimbangi Everton 3-3 mereka menang 2-1 di kandang Manchester United.

Dari kebangkitan para underdog ini, mereka punya satu inspirasi yang sama: semangat dan determinasi. Klub-klub kecil ini menunjukkan pada mereka penguasa Premier Lague bagaimana caranya bermain dengan dana terbatas, sembari tetap memberikan tontonan menghibur. Sebuah sindiran untuk Manchester United dan Chelsea.

Inkonsestensi yang dialami klub-klub besar telah memberi ruang besar buat underdog-underdog ini untuk merusak dominasi mereka. Dan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Claudio Ranieri, Alan Pardew, dan Quique S├ínchez Flores untuk membawa timnya masing-masing merecoki ‘stabilitas’ di papan atas.

DailyMail mencatat kalau empat tim yang musim lalu berada di empat besar total sudah kalah 20 kali di musim ini. Beberapa kekalahan yang terjadi oleh para underdog: Bournemouth mengalahkan MU dan Leicester menundukkan Chelsea. Jangan lupakan juga keunggulan mutlak Watford atas Liverpool di akhir pekan kemarin.

Dari internal tim, ada beberapa hal yang membuat para underdog itu bisa membuat kejutan besar sampai akhir tahun ini.

Dimulai dari Leicester. Selain Jamie Vardy dan Riyad Mahrez, Leicester juga sangat mengandalkan kerja N’Golo Kante untuk mengantar mereka di posisi teratas. Jika Vardy dan Mahrez bertanggung jawab atas urusan mencetak gol (keduanya sudah bikin 28 gol, melebihi jumlah gol 15 klub Premier League yang lain), Kante punya peran besar menjaga serangan lawan tak masuk ke jantung pertahanan Leicester.

Gelandang asal Mali itu telah melakukan 60 intersep dan 74 tekel sukses. Dengan statistik itu Kante menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik di Premier League, dan bahkan di Eropa sampai menjelang pergantian tahun ini.

Kondisi berbeda terjadi di Palace karena mereka tak punya pencetak gol yang dominan. Yohan Cabaye yang baru bikin lima gol menjadi topskorer sementara, di belakangnya ada Yannick Bolasie dengan empat gol dan Scott Dann dengan tiga golnya.

Kunci keberhasilan mereka bisa berada di posisi sekarang adalah barisan belakang yang solid. Palace total membuat 89 blok di sepanjang musim ini, tertinggi di antara tim Premier League lainnya. Palace juga punya statistik clearence yang oke di mana sejauh ini sudah membuat 507, tertinggi ketiga di Liga Inggris.

Palace baru kebobolan 16 kali sejauh ini, yang menempatkan mereka di posisi tiga sebagai klub dengan jumlah kegolan paling minim.

Hal lainnya, skuat besutan Alan Pardew juga punya serangan balik yang oke, yang menjadikan mereka sebagai klub dengan rekor away terbaik di sepanjang 2015 ini. Dari 16 laga away di tahun kalender 2015, Palace berhasil meraih 11 kemenangan. Termasuk saat bermain di Stamford Bridge dan Anfield.

Cabaye mungkin tidak punya penampilan semengilap Mahrez, tapi perannya di lapangan tengah Palace tetap sangat penting. Dia punya akurasi umpan 85% dan telah mengreasikan 24 umpan kunci.

Di kubu Watford ada Odion Ighalo yang jadi pengumpul gol utama. Penyerang berpaspor Nigeria berusia 26 tahun itu sudah membuat 12 gol dari 17 penampilan di musim ini. Termasuk dua yang dia buat ke gawang Liverpool.

Hingga 17 laga dilalui, Watford tercatat sebagai tim promosi terbaik kelima sepanjang sejarah Premier League. Mereka yang awalnya diprediksi jadi pesakitan di zona degradasi kini malah berada di zona Eropa.

Belum setengah jalan roda kompetisi Premier League berputar. Itu artinya banyak hal masih bisa terjadi, termasuk peluang Leicester bertahan di urutan teratas atau Palace dan Watford masuk zona Liga Champions.

Sejarah mencatat kalau tak pernah terjadi sejak tahun 1977 sebuah klub yang baru promosi menjadi juara Premier League. Ketika itu Nottingham Forrest melakukannya bersama pelatih Brian Clough. Di tahun ini Leicester City bisa saja mengulangi kejutan tersebut, meski mereka sudah promosi sejak musim lalu.