Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

Cerita Nainggolan yang Terhindar dari Teror di Brussels

Cerita Nainggolan yang Terhindar dari Teror di Brussels

Cerita Nainggolan yang Terhindar dari Teror di Brussels

Brussels – Radja Nainggolan mengaku beruntung harus menghadiri sebuah kegiatan bersama sponsor. Kalau tidak, dia mungkin berada di bandara di Brussels saat teror terjadi.

Dua ledakan mengguncang Bandara Zaventem, Brussels, Belgia, pada Selasa (22/3/2016) pagi waktu setempat. Peristiwa tersebut menelan sedikitnya 30 korban meninggal dunia dan banyak lainnya yang luka-luka.

Mendengar kabar tersebut, gelandang AS Roma itu langsung menghubungi Claudia istrinya, petinggi klub, serta beberapa rekan setimnya kalau dia baik-baik saja. Tapi Nainggolan mengaku kesulitan untuk menghubungi beberapa temannya yang bekerja di bandara.

Nainggolan lantas bercerita kalau dirinya nyaris saja berada di bandara di pagi hari saat peristiwa ledakan itu terjadi. Tapi sebuah kegiatan bersama sponsor yang harus dihadirinya membuat pemain berdarah Indonesia itu sudah berada di Belgia sejak sehari sebelumnya.

“Jika saya tidak punya kewajiban untuk menghadiri acara dengan sponsor saya, saya bisa saja ada di Bandara Zaventem pagi itu. Karena event yang harus saya datangi, saya tiba di Belgia sehari sebelumnya, tapi di Antwerp. Kalau tidak, saya akan mengambil penerbangan pagi dari Roma dan saya akan langsung mendarat di Brussels,” ucap Nainggolan kepada Gazzetta dello Sport.

“Saya punya banyak teman yang bekerja di bandara. Saya harap mereka baik-baik saja karena di sini saya tidak bisa bicara dengan siapapun. Saya bahkan tidak tahu nama korbannya, saya harap segalanya baik-baik saja,” lanjutnya.

Buntut dari ledakan tersebut, timnas Belgia langsung membatalkan sesi latihan mereka. The Red Devils sedianya akan menjalani laga uji coba melawan Portugal di Brussels pada Kamis (24/3) waktu setempat dan selanjutnya melawat ke Swiss, Sabtu (26/3).

“Segalanya berubah. Pelatih mengatakan kepada kami bahwa sesi latihan siang hari akan ditiadakan dan pemusatan latihan akan ditunda sampai pemberitahuan berikutnya. Jadi sekarang kami tidak tahu apa yang harus dilakukan. Apakah pertandingan dengan Portugal akan dibatalkan?” ujar Nainggolan.

Teror di Brussels terjadi hanya empat bulan setelah serangan yang menimpa Paris, Prancis, pada November 2015 lalu. Keamanan dalam penyelenggaraan Piala Eropa 2016 pun lantas menjadi perhatian.

Muncul wacana untuk menggelar Piala Eropa tanpa penonton. Tapi Nainggolan tak sepakat dengan ide tersebut.
“Akan menyedihkan kalau seperti itu. Piala Eropa 2016 harusnya jadi peristiwa global, dilihat dan diikuti semua orang. Dengan stadion yang kosong, rasanya tidak akan sama, itu tidak akan mengirim pesan perdamaian,” katanya.