Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

Kritik Allegri soal Penggunaan VAR di Serie A

Kritik Allegri soal Penggunaan VAR di Serie A

Kritik Allegri soal Penggunaan VAR di Serie A

Bergamo – Massimiliano Allegri tak mempermasalahkan penggunaan Video Assistant Referee (VAR) dalam laga-laga Serie A. Tapi, ada kritik dari pelatih Juventus itu.

Allegri mengungkapkan pendapatnya soal VAR setelah Juventus bermain imbang 2-2 dengan Atalanta di Atleti Azzurri d’Italia, Senin (2/10/2017) dinihari WIB. Pada pertandingan tersebut, ada dua kejadian yang membuat wasit Antonio Damato memakai VAR untuk mengambil keputusan.

Yang pertama adalah ketika Mario Mandzukic menjebol gawang Atalanta pada menit ke-57. Saat itu, Juventus dalam posisi unggul 2-1.

Setelah melihat tayangan ulang, Damato menganulir gol Mandzukic. Dia melihat bek Juve, Stephan Lichtsteiner, menyikut Alejandro Gomez sebelum gol itu tercipta.

Baca juga : Buang Keunggulan Dua Gol, Bayern Diimbangi Hertha 2-2

Menjelang akhir pertandingan, saat skor sama kuat 2-2, Damato kembali melihat tayangan ulang untuk menentukan apakah Andrea Petagna melakukan handball ketika membendung tendangan bebas Paulo Dybala. Damato menunjuk titik putih kendati bola terlihat mengenai bahu Petagna.

Hadiah penalti itu sendiri akhirnya tak mengubah skor. Eksekusi Dybala dimentahkan oleh kiper Atalanta, Etrit Berisha.

“Jika kita ingin sepakbola menjadi olahraga yang bukan lagi olahraga, gunakan VAR untuk tiap insiden. Namun, jika kita sampai ke bulan Maret di mana setiap poin akan sangat menentukan, pertandingan bisa berlangsung selama tiga atau empat jam,” ujar Allegri kepada Mediaset Premium.

“Dalam opini saya, teknologi seharusnya hanya digunakan untuk situasi-situasi objektif — offside, di dalam atau luar kotak penalti, melewati garis atau tidak — tapi ketika menyangkut situasi-situasi subjektif, orang-orang tak akan pernah sepakat. Itulah olahraga,” tuturnya.

“Wasit bisa memberi penalti atau tidak, itu keputusannya. Kalau tidak, kita akan mendapatkan laga-laga yang lebih rumit. Kita akan menjadi seperti American Football, di mana pertandingan sedikit-sedikit berhenti dan kita duduk di sana sambil makan kacang sampai pertandingan berakhir saat tengah malam. Hal yang sama terjadi dalam basket,” kata Allegri.

“Saya tidak mengatakan ini penalti dan itu bukan. Intinya bukan itu. Saya yakin teknologi seharusnya dipakai untuk keputusan-keputusan objektif dan bukan keputusan-keputusan subjektif,” ujarnya.