Dele Alli Didakwa FA Terkait Lelucon Virus Corona

Dele Alli Didakwa FA Terkait Lelucon Virus Corona

Dele Alli Didakwa FA Terkait Lelucon Virus Corona

Daftar Agen Casino Online Terpercaya – Dele Alli didakwa FA dan terancam sanksi larangan bertanding. Penyebabnya, pemain Tottenham Hotspur itu membuat video lelucon soal virus corona.

Virus corona sedang mewabah hampir di seluruh dunia. Namun, Alli, lewat media sosialnya, sempat menjadikannya candaan.

Ketika hendak berlibur ke Dubai beberapa waktu lalu, Alli membuat video di bandara. Isinya memperlihatkan ia sedang mengenakan masker dan topi beani, dan merekam seorang pria Asia sedang memainkan handphone.

Video itu kemudian diberi caption, “Corona apanya, tolong dengarkan video ini dengan suara,” tulis Alli.

Banyak yang meyakini Alli sedang menyoroti pria tersebut karena berasal dari Asia, yang mana wabah corona berasal. Tak cuma itu, Alli kemudian menggeser kameranya ke arah pembersih tangan dengan caption. “Virus ini harus lebih cepat agar bisa mengenai saya,” tulisnya.

Akibat video itu, Alli dikecam karena menjadikan virus corona, yang hingga kini sudah menelan korban jiwa sebanyak 2.700 lebih. Pemain Inggris itu sendiri sudah menyampaikan permintaan maafnya.

Namun, seperti dilansir Guardian, Alli terancam sanksi dari FA akibat ulahnya. Andalan The Lilywhites itu didakwa FA terkait lelucon virus corona yang ia unggah di media sosialnya.

“Dele Alli telah didakwa melakukan pelanggaran karena melanggar Peraturan FA E3 sehubungan dengan postingan media sosial. Diduga, postingan gelandang Tottenham Hotspur ini melanggar Aturan FA E3 (1) karena dianggap menghina dan/atau tidak patut dan/atau membuat pertandingan menjadi jelek,” tulis pernyataan FA.

“Lebih lanjut, diduga bahwa unggahan tersebut merupakan “Pelanggaran yang Diperburuk”, yang didefinisikan dalam Peraturan FA E3 (2), karena termasuk merujuk, baik tersurat maupun tersirat, pada ras dan/atau kulit warna dan/atau warna dan/atau asal etnis dan/atau kebangsaan. Dia memiliki waktu hingga Kamis 5 Maret 2020 untuk memberikan tanggapan,” tutup pernyataan FA.