Borussia Dortmund Bisa Ditinggal Sancho dan Haaland Jika

Borussia Dortmund Bisa Ditinggal Sancho dan Haaland Jika

Borussia Dortmund Bisa Ditinggal Sancho dan Haaland Jika

Daftar Agen Casino Online Terpercaya –┬áBorussia Dortmund bersiap ditinggal beberapa pemain muda berpotensinya seperti Jadon Sancho serta Erling Haaland. Bila tidak kkunjung , capai piala juara.

Sampai minggu ke-7 Bundesliga, Borussia Dortmund bercokol di rangking ke-3 Klassemen Liga Jerman sebentar. Mereka mengumpulkan 15 point, beda tiga point dari Bayern Munich di status pucuk.

Dortmund populer dengan beberapa pemain muda yang mempunyai potensi. Saat ini ada dua nama yang tetap cemerlang di situ yaitu Jadon Sancho serta Erling Haaland.

Ke-2 pemain itu lagi berkilau. Dari 6 pertandingan, Erling Haaland telah cetak 6 gol.

Jadon Sancho memanglah belum buka keran gol. Tetapi minimal, telah tiga assist disembahkannya.

Ke-2 pemain itu masih terbilang muda, ke-2 nya masih berumur 20 tahun. Tim-tim besar Eropa juga siap membawa ke-2 nya.

Erling Haaland, pemain dari Norwegia ini selalu dihubungkan dengan Real Madrid sampai Liverpool. Manchester United juga seperti belum berserah untuk memperoleh tanda-tangan Jadon Sancho.

Bekas pemain Tim nasional Norwegia, Jan Aage Fjortoft mengutarakan jika Haaland serta Sancho bisa makin cepat tinggalkan Borussia Dortmund. Bila Dortmund, tidak kkunjung raih piala alias kalah dari supremasi Bayern Munich.

“Gampang saja mereka akan berpindah di Januari kelak. Mereka masih terbilang muda serta benar-benar lapar dengan piala,” katanya seperti dikutip ESPN.

“Sebab saat mereka kembali pada negaranya serta sama-sama bercakap sama-sama pemain, tentu mengulas ‘kamu dapat berapakah piala?'” sambungnya.

Tim-tim besar Eropa juga pelan-pelan mengatur keuangannya. Bila telah mempunyai modal tidak hanya Jadon Sancho serta Erling Haaland saja yang dicari, juga bisa pemain muda yang lain seperti Giovanni Reyna. Jude Bellingham, Mateu Morey, Julian Brandt, serta Mahmoud Dahoud.

“Dortmund punyai beberapa pemain muda berbakat. Mereka perlu piala untuk memberikan kepuasan moralnya,” tutup Fjortoft.